Rabu, 18 Juni 2014

18 Juni 2014

Ini adalah tulisan kecil untuk Saha.... nya?
("Saha…..nya?" --- istilah bahasa Sunda yang artinya Siapa….ya?)

Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...
Jangan tanyakan ini tentang siapa, baca dulu sampai akhir.  Oke?

Jangan tanyakan kapan kita bertemu dan berkenalan pertama kali. Tahu nggak? Kalo kita kenalan juga karena ikut dalam satu acara SCIEmics. (SCIEmics itu Study Community of Islamic Economics. Kelompok studi yang mempelajari Ekonomi Islam, dan menjadi salah satu wasilah kita untuk berhijrah. Alhamdulillaah, Allah memberikan jalan-Nya memperkenalkan kita pada SCIEmics). Kita kenalan karena kita sama-sama ingin ikut dan penasaran dengan ekonomi Islam.
Oke, disini aku akan perkenalkan siapa dia.  Sebut saja namanya Lia Amalia, kalo di facebook namanya ditambahin Madkoesuji.

Berawal dari novel Dilan. Ada salah satu karakter di novel tersebut bernama Milea, yang dipanggil Lia. Kebetulan nama panggilannya sama, jadi ada temanku yg kadang memanggilnya Milea.  Ah, tentunya dia senang sekali dipanggil itu. Selain cerita tentang sosok Dilan yang dia impikan,  cerita tentang Milea nya juga cukup menarik. Hmmm…

Sebenarnya itu tadi hanya sebagai pengantar saja. Maksud hati bukan untuk menulis itu saja. Ada sesuatu yang sebenarnya ingin dikatakan. Kalo kata orang-orang menyebutnya hari ulang tahun, tapi tidak untukku. Ini hari dimana 20 tahun yang lalu ibumu melahirkanmu ke dunia. Seperti yang pernah kamu sampaikan kepadamu sewaktu 3 Mei lalu, aku sependapat dengan definisimu tentang hari lahir.

Terima kasih telah menjadi teman pembelajar yang baik.
Terima kasih telah menjadi teman hijrah yang tidak pernah lelah mengingatkan kepadaNya.
Terima kasih telah menjadi penyemangat bagi temanmu yang satu ini.

20 Tahun. Hari ini adalah hari dimana umurmu bertambah sekaligus berkurangnya jatah hidup di dunia milikNya. Aku harap, adanya perubahan di pola pikirmu untuk lebih dewasa, perubahan sikap yang dapat menentukan baik tidaknya suatu keputusan, dan banyak pengharapan baik yang ingin aku utarakan untukmu kepadaNya. Mungkin hanya sedikit do'a yang tersampaikan disini, untuk do'aku yang lain biarkan aku dan Allah SWT lah yang tau. Apapun do'anya, aku hanya bisa mendo'akan yang terbaik untukmu. Dimanapun dan kapanpun. Dan pastinya, berdo'a agar kita selalu berada di jalan-Nya, dan selalu mengingatNya.

Mohon maaf jika ini terlalu berlebihan. Sekali-kali nggak apa-apa lah, jarang kan aku begini? Hahaha
Sekali lagi, Barakallahu fii umrik ya Lia.

Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh...
-Shelfira Meisarani-




Rabu, 09 April 2014

Para Pencari TPS (PPT)

PEMILU pertama buatku kali ini menjadi satu pengalaman yang tidak terlupakan. Karena, perjuangan untuk ikut memilih pemimpin/wakil rakyat selanjutnya ini aku ga berada di tempat asal aku memilih. Hehe

Awalnya dari malam Rabu, di group Keluarga SCIEmics ada jarkom untuk mahasiswa merantau (yg ga pulang ke daerah asalnya) bisa ikutan nyoblos di TPS terdekat dengan bawa formulir A5 atau bawa KTM/KTP. Ada ataunya loh, jadi kalo gaada A5, pake KTM/KTP juga bisa. Oke, aku tenang jadi besok bisa ikutan nyoblos. Denger teh Rifa ke kelurahan mau minta A5, aku kepo. Di-BBM lah teh Rifa minta bareng, hehe eh ternyata katanya A5nya udah gaada, udah ditutup. Denger-denger emang A5 itu terbatas, dan kalo mau ngurusin ya H-7 sebelum Pemilu. Hmmm... yaudahlah, toh KATANYA bisa kok pake KTM/KTP. Hehe
Esoknya, hari dimana rakyat Indonesia menyebutnya Hari Pesta Demokrasi atau Pemilu 2014.
Jam 8 pagi janjian sama teh Ary di depan DT, karena kita mau nanya ke TPS terdekat tentang hak pilih buat mahasiswa rantau. Abis jemput Ipeh dikosan kita langsung cus ke TPS 23. Kita tanya ke bapak-bapak yg jaga depan gedung gimana ketentuan buat mahasiswa rantau UPI. Dan ternyata kata Bapaknya intinya untuk anak UPI daerah isola ya.. Oke, kita cari TPS yg katanya harus daerah isola.
Kita nemu TPS lagi yaitu TPS 19. Langsung kita tanya-tanya ke Bapak yg bertugas dan langsung nebak, "yg cuma bawa ktp ya? Yaudah kesini aja jam 12, ntar ngisi form khusus dulu." Oke, setelah dapet info ya kita ikuti apa kata bapaknya. Kita balik ke kosan masing-masing dan ketemu lagi jam 12 untuk nyoblos. Yes!
Jam 12 teng! Teh Ary dan Ipeh nyamper ke kosan. Beres sholat langsung ke TPS 19 bawa perlengkapan yg dibutuhkan. Sesampainya disana, ketemu beberapa mahasiswa yg mukanya keheranan *sotoy*. Pas ditanya ke bapaknya, ternyata ada perubahan ketentuan. Untuk mahasiswa rantau harus memiliki A5 baru bisa nyoblos di TPS itu. Mau gamau disuruh ngurus dulu di kelurahan terdekat. Jiaaaah-_____-"
Masih tetep ikhtiar, akhirnya Rani dan teh Ary duluan naik motor ke kelurahan untuk tanya ttg A5. Kata teh Rifa, A5 di kelurahan deket kampus tuh udah abis, tapi kita tetep kepo mau kesana. Haha
Dalam perjalanan ke Kelurahan, teh Ary sms "Ke TPS 22, katanya bisa nyoblos pake KTP/KTM". Bareng mahasiswa UPI lainnya kita caw ke TPS 22 pake motor dianter bapak-bapak baik yg mau nganter kita ke TPS 22. Hihi
Disinilah terjadi miscommunication. Beberapa motor ga satu tujuan. Ternyata TPS 22 itu banyak dan kita bingung TPS 22 yg mana yg bisa pake KTP aja. Ipeh, Bapak yg nganter, dan 2 akangs anak UPI ke Sukarasa, aku dan 2 teteh di Gerlong, dan teh Ary sama Rani ke GeRum. Hahaha kacau--" tapi akhirnya teh Ary dan Rani nyusul ke Gerlong.
Ceritaku di TPS 22 Gerlong. Beneran ini mah usaha bgt, haha. Katanya kita bisa nyoblos tapi harus FC KTP dan tau TPS asal. Langsung nyari FC terdekat dan ternyata banyak yg tutup. Untungnya ada teteh2 yg baik mau ngolektifin FC KTP, nebeng deh hehe. Abis FC langsung nelpon dek Ghina buat mastiin TPS asalku bener apa engga sama yg di searching. Hahaha capedeh--"
Pertama kali ikutan Pemilu, jujur ada rasa deg-degan mah haha. Banyak pemikiran yang "duh, takut salah nyoblos" "cara nyoblosnya gimana ya?" "Takut ga kenal, takut salah milih" pokoknya ada aja yg muncul di pikiran. Di bilik suara baca Basmalah dulu, semoga ga salah pilih.__.
Beres nyoblos aku, Rani sama teh Ary ketemuan sama Ipeh di Daarut Tauhiid. Akhirnyaaa, nyampe mesjid kita cerita ttg pengalaman hari ini. Kita PPT abis, Para Pencari TPS. Hahaha keren ye. Kerasa perjuangannya. Asik aja gitu, setidaknya aku menghalangi oknum lain untuk berbuat jahat dengan hak pilihku. Setidaknya aku mencoba membantu orang baik untuk maju. Ah sudahlah.. 
Awalnya kepikiran buat Golput, tapi banyak broadcast, banyak info yg didapat, dan ada kemudahan untuk nyoblos bagi mahasiswa rantau (walaupun ga mudah-mudah banget sih) jadi berubah pikiran. Yeee, pake hak suara/pilih juga akhirnya. Hihi

Apapun hasilnya, siapapun pemimpinnya, siapapun wakil raknyatnya, yang aku harapkan semoga yg diberi amanah dapat menjalankan amanahnya dengan baik. Aamiin..

Rabu, 29 Januari 2014

tentang "ilmu colongan"

Assalaamu'alaykum Wr. Wb :)

Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 25 Januari 2014.
Teh Ary selalu punya cara untuk mengingatkan kita (peserta ZIEE), untuk selalu ber-muhasabah diri. Yang selalu aku ingat dari berbagai perkataan teh Ary pokoknya "kenali dirimu"
Hmmm...jujur saja, sebenarnya kalo ditanya apa aku sudah kenal dengan diriku sendiri atau belum sih....jawabannya bisa jadi udah, bisa jadi belum. Bingung kan? Haha

Bicara tentang perkenalan terhadap diri sendiri, sebenarnya untuk sekedar mengetahui passion saja aku masih suka bingung dan bertanya di dalam hati "sebenernya passionku itu apa ya?". Sudah banyak teman, akang teteh dll yang sudah memberitahu cara menentukan passion, tapi tetap saja sampai sekarang saya belum bisa menetapkan satu passion saya. -"-
Ah sudahlah.. Seiring dengan berjalannya waktu, ada saatnya dimana aku bisa mengatakan "Ini passionku". Ya suatu saat, entah kapan. Hehe

Sama halnya dengan belajar. Setiap orang punya caranya sendiri untuk termotivasi dalam belajar. Setelah LCC bareng temen-temen ZIEE dan teh Ary, aku mulai berfikir tentang cara belajar terbaik untukku. Beberapa temanku termotivasi belajar karena adanya kompetisi. Sebagian yang lain lebih mencintai sesuatu yang sedang dipelajari. Ketika seseorang tersebut dipaksa untuk mengikuti cara belajar orang lain, yang ada bukannya ilmunya masuk malah nggak masuk-masuk. Jadi, let it flow aja~ dengan berbagai pengalaman belajarmu juga nantinya akan ketahuan mana cara belajar yang nyaman hehe

Tentang "ilmu colongan". Jujur aku lebih suka belajar sesuatu dari orang lain yang mau membagikan ilmunya kepadaku. Dengan cara sharing, kelompok atau individu, dengan cara ini justru aku lebih termotivasi untuk belajar. Contohnya ketika belajar tentang Corel Draw, Photoshop atau Movie Maker. Aku dibelikan buku tentang Corel Draw sama papahku, juga pernah sewaktu SMP dikasih modul kecil tentang Photoshop. Dulu pun ketika SMA, ujian praktek komputer disuruh bikin sesuatu dari Corel Draw. Hasilnya, standard lah...

Setelah SMA, memasuki dunia perkuliahan, hilang sudah ilmu yg pernah didapat -_- ya gini, kalo nggak sering dilatih dan dicoba tiba-tiba ilmunya ilang aja ditelan bumi. Haha
Setelah beberapa bulan atau tahun selanjutnya, aku baru menyentuh aplikasi yang tadi aku sebutkan. Sebenarnya aplikasi-aplikasi tersebut sudah lama berdiam di laptop, tapi orang yang punya laptopnya ini yg belum tertarik membukanya kembali. 

Ketika itu UKM-ku (SCIEmics) akan mengadakan satu event yg diadakan setiap tahun, yaitu Syariah Academic Training. Aku diamanahi di bagian Publikasi, Dekorasi dan Dokumentasi (PDD). Tugas membuat spanduk dan pamflet pun selalu ditagih, sementara ilmu-ku membuat spanduk dan pamflet sangatlah minim.
Alhamdulillaah... Ada kalanya aku bersyukur karena dikenalkan dengan orang-orang yang hebat, dan aku bersyukur dapat berada di antara orang-orang hebat tersebut. Awalnya aku iseng bertanya ke kang Faris bagaimana cara membuat pamflet di Corel Draw (karena katanya si akang jago Corel Draw, hehe). Setelah itu, kang Faris menyuruhku untuk menuliskan info penting apa saja yang akan ditaruh di pamflet tersebut. Beres dari situ langsung memberikannya background. TADAAA..!! Selesai dalam beberapa jam. Eh lupa deng, pokoknya hari itu juga selesai. Si amatiran ini (re: aku) tanpa disengaja sedikit mengetahui kegunaan icon yg ada di Corel Draw dan berhasil membuat pamflet pertama. Diam-diam aku mengingat step by step dari pembuatan pamflet tersebut. Walaupun hasilnya tidak seberapa tapi cukup memuaskan. Yes! satu ilmu colongan didapat~ :D

Cerita diatas menggambarkan sedikit tentang ilmu colongan. Sebenarnya masih ada ilmu colongan lainnya seperti penggunaan Clone Stamp Tool di Photoshop yang diajarkan Fitri, cara menghilangkan background putih pada gambar dan mengubahnya ke .png oleh kang Helmy, cara public speaking yang sering diajarkan kang IndraMul, cara mengajar yg diajarkan oleh sohibku : mba Lia dan Nisa, dan masih banyak lagi ._.

Seneng sih dapet ilmu colongan. Tapi, ada saatnya dimana belajar harus sendiri, membaca dan membuat catatan pengingat. 
Segitu dulu ya, aku mau nyari ilmu colongan lain ke orang yang berbeda agar lebih bervariasi. Haha :D
Malam,
Wassalaamu'alaykum Wr. Wb.

Minggu, 26 Januari 2014

Sebut saja "Petunjuk"

"Pada dasarnya semua orang mendapatkan hidayah. Pada satu titik dalam kehidupannya, setiap manusia di dunia ini pada dasarnya pernah berpikir tentang siapakah dirinya, mengapa dan untuk apa dia hidup, dan adakah kekuatan diatas kekuatan hidupnya. Hanya saja ada yang kemudian mencari dan menelisik, ada pula yang membuangnya jauh-jauh atau melupakannya. Yang mencari pun ada yang caranya salah dan keliru. Dan sebagainya.."
(99 Cahaya di Langit Eropa, hal 119)

Pernah ku berfikir, orang muallaf itu lebih keren daripada orang yg mengaku beragama Islam dari lahir. Orang muallaf, yang dulunya memeluk agama selain Islam, ataupun orang yg tak beragama (re: atheis) lalu mereka tertarik untuk tahu dan mempelajari Islam dengan cara mendapatkan hidayah dari Allaah SWT melalui cara-cara yg berbeda. Lalu mereka mencintai agama Allaah ini dengan keingintahuan mereka. 
I appreciate it!

Maksudku orang yg mengaku beragama Islam dari lahir disini adalah ketika orang yg mengaku beragama Islam tetapi tidak terlalu peduli dengan agamanya ini. Sungguh disayangkan jika melihat remaja Indonesia sekarang masih banyak yg belum berkeinginan mengkaji ilmu agama Allah ini. 

Disini aku tidak mau bersu'udzon pada siapapun, no offense. Aku juga tidak ada hak untuk menilai orang. Ya, sedikit membuka pandangan saja, dan apapun yang aku tulis, sebenarnya menjadi peringatan untukku juga^^


Semoga kita diberi kemudahan oleh Allah untuk mencintai agamaNya ya. Dengan apapun kekurangan kita di dunia ini, jangan sampai mengurangi kecintaanmu pada agama Allah. Semangat! :D