sedikit cerita ttg essay ini ya...
essay ini dibuat ketika akan mengikuti Sharia Economist Training (SET). Ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti SET.
check this out! :)
Bismillaahirrahmaanirrahiim..
essay ini dibuat ketika akan mengikuti Sharia Economist Training (SET). Ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti SET.
check this out! :)
Jika Aku menjadi.....Pebisnis
Jika saya menjadi pebisnis, niat awal saya berbisnis
adalah membuat restoran ala Jepang-Indonesia. Makanan di dalamnya haruslah
memenuhi syarat halal dan sesuai lidah masyarakat Indonesia. Soal selera
masing-masing orang memang berbeda. Saya mencoba untuk membuat makanan sushi
tetapi memakai bahan baku makanan Indonesia. Mungkin awal mendengar kata
“makanan Jepang” sebagian orang berfikir jika makanan tersebut mentah atau dari
bahan yang tidak halal. Nah, disini saya ingin membuat makanan sushi yang dikombinasi
dengan jenis makanan Indonesia, salah satu contohnya sushi kuning (sushi yang
memakai nasi kuning diisi dengan ayam goreng dan sayuran).
Ide bisnis ini didasari oleh hobi saya yang ‘tukang
makan’ dan ketertarikan saya terhadap Jepang. Terbesit di fikiran saya
bagaimana jika kedua hobi saya dikombinasi dan menjadi sebuah bisnis
kecil-kecilan yang diharapkan menjadi besar suatu saat nanti. Aamiin.
Setelah itu, hasil dari bisnis sushi tersebut sebagian
akan saya sisihkan untuk membuat suatu tempat makan juga tetapi berbeda dengan
yang pertama. Tujuan dari ide saya yang kedua ini adalah saya ingin membantu
dan mensejahterakan masyarakat golongan menengah kebawah. Lalu, saya ingin
membuat sebuah usaha sukarela dan bukan mencari keuntungan, tetapi usaha ini
menjadi sebuah ladang amal kebaikan yang dapat memberikan manfaat kepada orang
banyak.
Disini saya ingin mencoba membuat hal yang baru, seperti
membuat suatu usaha tempat makan yang berstandar "all you can eat"
untuk orang yang tidak mampu. Tempat makan ini juga sebagai suatu yayasan yang
menaungi aspirasi dan lebih memprioritaskan kalangan menengah kebawah karena
mereka yg membutuhkan. Usaha yang saya rencanakan ini didasarkan oleh infaq dan
shodaqoh. Ide ini muncul ketika saya melihat seorang anak yang bekerja
memunguti sampah di daerah mesjid dekat dengan tempat kost-an saya. Mereka
mencari rezeki tak kenal lelah dan malu. Sebagai bentuk rasa respect saya terhadap mereka yang giat
bekerja dan tanpa mengenal lelah mencari rezeki ini, saya mencanangkan bisnis
ini untuk membayar jerih payah mereka bekerja. Saya lebih menghargai orang yang
berusaha mencari rezeki secara halal sebagai seorang penyapu jalan ataupun pemungut
sampah dibandingkan dengan orang yang mempunyai anggota tubuh lengkap dan masih
mampu bekerja tetapi meminta-minta.[1]
Sekian esai dari saya, jika ada kesalahan kata mohon
dimaafkan karena saya masih dalam masa pembelajaran.
Wassalaamu’alaykum wr. wb
Shelfira Meisarani
SCIEmics UPI
Besar harapanku untuk mewujudkan ini semua. Ketika harapan itu ada, godaan pun ikut serta datang dan menghampiri. Ya... aku berusaha untuk mewujudkannya. Harus! Suatu saat nanti. Aamiin... :)
[1] ... "Lebih baik seseorang bekerja dengan mengumpulkan
seikat kayu bakar di punggungnya dibanding dengan seseorang yang meminta-minta
(mengemis) lantas ada yang memberi atau enggan memberi sesuatu padanya."
(HR. Bukhari no. 2074) ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar