Sabtu, 02 November 2013

JIKA AKU MENJADI...PEBISNIS

salah satu essayku yg menjadi penyemangat nulisku :)
sedikit cerita ttg essay ini ya... 
essay ini dibuat ketika akan mengikuti Sharia Economist Training (SET). Ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti SET.
check this out! :)


Jika Aku menjadi.....Pebisnis

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Jika saya menjadi pebisnis, niat awal saya berbisnis adalah membuat restoran ala Jepang-Indonesia. Makanan di dalamnya haruslah memenuhi syarat halal dan sesuai lidah masyarakat Indonesia. Soal selera masing-masing orang memang berbeda. Saya mencoba untuk membuat makanan sushi tetapi memakai bahan baku makanan Indonesia. Mungkin awal mendengar kata “makanan Jepang” sebagian orang berfikir jika makanan tersebut mentah atau dari bahan yang tidak halal. Nah, disini saya ingin membuat makanan sushi yang dikombinasi dengan jenis makanan Indonesia, salah satu contohnya sushi kuning (sushi yang memakai nasi kuning diisi dengan ayam goreng dan sayuran).
Ide bisnis ini didasari oleh hobi saya yang ‘tukang makan’ dan ketertarikan saya terhadap Jepang. Terbesit di fikiran saya bagaimana jika kedua hobi saya dikombinasi dan menjadi sebuah bisnis kecil-kecilan yang diharapkan menjadi besar suatu saat nanti. Aamiin.
Setelah itu, hasil dari bisnis sushi tersebut sebagian akan saya sisihkan untuk membuat suatu tempat makan juga tetapi berbeda dengan yang pertama. Tujuan dari ide saya yang kedua ini adalah saya ingin membantu dan mensejahterakan masyarakat golongan menengah kebawah. Lalu, saya ingin membuat sebuah usaha sukarela dan bukan mencari keuntungan, tetapi usaha ini menjadi sebuah ladang amal kebaikan yang dapat memberikan manfaat kepada orang banyak.
Disini saya ingin mencoba membuat hal yang baru, seperti membuat suatu usaha tempat makan yang berstandar "all you can eat" untuk orang yang tidak mampu. Tempat makan ini juga sebagai suatu yayasan yang menaungi aspirasi dan lebih memprioritaskan kalangan menengah kebawah karena mereka yg membutuhkan. Usaha yang saya rencanakan ini didasarkan oleh infaq dan shodaqoh. Ide ini muncul ketika saya melihat seorang anak yang bekerja memunguti sampah di daerah mesjid dekat dengan tempat kost-an saya. Mereka mencari rezeki tak kenal lelah dan malu. Sebagai bentuk rasa respect saya terhadap mereka yang giat bekerja dan tanpa mengenal lelah mencari rezeki ini, saya mencanangkan bisnis ini untuk membayar jerih payah mereka bekerja. Saya lebih menghargai orang yang berusaha mencari rezeki secara halal sebagai seorang penyapu jalan ataupun pemungut sampah dibandingkan dengan orang yang mempunyai anggota tubuh lengkap dan masih mampu bekerja tetapi meminta-minta.[1]
Sekian esai dari saya, jika ada kesalahan kata mohon dimaafkan karena saya masih dalam masa pembelajaran.
Wassalaamu’alaykum wr. wb


Shelfira Meisarani
SCIEmics UPI



Besar harapanku untuk mewujudkan ini semua. Ketika harapan itu ada, godaan pun ikut serta datang dan menghampiri. Ya... aku berusaha untuk mewujudkannya. Harus! Suatu saat nanti. Aamiin... :)




[1] ... "Lebih baik seseorang bekerja dengan mengumpulkan seikat kayu bakar di punggungnya dibanding dengan seseorang yang meminta-minta (mengemis) lantas ada yang memberi atau enggan memberi sesuatu padanya." (HR. Bukhari no. 2074) ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar