Minggu, 15 September 2013

persembahan untukmu, Guru.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki tahta
Jika hari ini seorang Presiden memimpin negara
Jika hari ini seorang Ulama yang mulia
Jika hari ini seorang Penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajarkan tulis dan baca
Puisi untuk guru yang kudapat saat mata kuliah Belajar dan Pembelajaran Manajemen Perkantoran :)



Sedikit cerita, dulu aku selalu diminta ibuku untuk menjadi guru. Alasannya...
"Kamu kan perempuan, Pi. Nanti kalo udah berkeluarga, mending cari kerja yang keluarga juga bisa keurus. Misalnya guru. Guru mengajar di sekolah sama kayak anak muridnya. Masuk pagi, pulangnya siang. Pagi dan siangnya di sekolah, sore dan malamnya di rumah. Keluarga terurus loh." -Mama
Awalnya aku malas sekali jadi guru. Beribu argumen aku katakan kepada ibuku kalo aku gabisa jadi guru. Tapi, Alhamdulillaah, Allah ngasih jalan terbaiknya untukku. Di Universitas Pendidikan Indonesia ini, aku belajar bagaimana jadi seorang guru. Ya.. perlahan tapi pasti. Walaupun hatiku masih setengah hati, seenggaknya aku sedang berusaha. Semuanya butuh proses, Pi. Semangat ya! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar